Terjemahan Prasasti Ligor A
Bahagia! Tahun Saka 697, hari ke-11, pada paruh terang bulan ketika matahari terbit, hadir Wenu. Ia (yang) adalah Maharaja dari segala raja, melalui kekuasaannya [ia] bagaikan Dewa Surya sendiri yang menghalau kegelapan [dalam bentuk] seluruh musuhnya. Ia (yang) memiliki wajah yang sempurna [bagaikan] bulan purnama pada musim gugur yang tanpa cacat dan [indah] seperti Dewa Kama sendiri.
Ia (yang) bagaikan Dewa Wisnu, çeşarvvārimadavimathanaç. Dan (yang), dengan [memperlihatkan] seluruh keagungannya, segera menjadi termasyhur dan dikenal sebagai Sri Maharaja, karena ia berasal dari [keturunan] Cailendravamsa. Dan tentang dirinya … dari segala raja.
Ia (yang) bagaikan bulan purnama pada musim gugur, yang cahayanya meredupkan seluruh sinar bintang, [demikian pula] kewibawaannya mengatasi seluruh raja bawahannya. Ia (yang) , cahayanya menerangi puncak-puncak pegunungan Himalaya, [sebagaimana] segala kejahatan [yang] melebur ke dalam lautan luas.
Ia (yang) bagaikan pohon rindang tempat gajah-gajah berlindung dari panas matahari [yang] membakar danau. Demikian pula orang-orang miskin (yang) berlindung di bawah naungannya. Ia (yang) bagaikan Manu, menyebarkan segala kebahagiaan seperti musim semi yang memberikan keindahan kepada seluruh tumbuhan.
Ia [telah] diciptakan oleh Dewa Brahma untuk menegakkan Dharma. [Dengan demikian] kewibawaannya melampaui seluruh raja [di sekitarnya]. Ia adalah Srivijayavendrārāja, penghimpun segala kebajikan di dunia ini, yang mendirikan sebuah Trisamaya Chaiya yang suci, yang dipersembahkan kepada Padmapani, Shakyamuni, dan Vajrapani.
Trisamaya Chaiya yang suci ini dipersembahkan oleh Srivijayavarabhupati (Yuvaraja) kepada Jina yang berbudi luhur, yang menempati tempat kesepuluh di surga. Tempat itu berada di atas Amrita, yang memberikan kebahagiaan kepada tiga dunia.
Sebuah titah kerajaan diberikan kepada Pandhita Jayanta untuk melaksanakan suatu upacara guna menyempurnakan stuparayamsi (stupatrayamsi) sesuai dengan perintahnya.
Setelah kematian Sang Maharaja, putranya diangkat sebagai penggantinya. Di sana dibangun sebuah Trisamaya Chaiya yang suci. Srivijayanarapati [Srivijayanrepati], [yang] bagaikan Indra, membangun bangunan Trisamaya Chaiya yang begitu indah, seolah-olah dibuat dari Cintamani pilihan di Tiga Alam.
Terjemahan Prasasti Ligor B
Raja dari segala raja (rājādhirāja) (yang), yang karena kegemilangan atau kejayaannya adalah tunggal bagaikan matahari yang menghalau kegelapan yang diwujudkan oleh gerombolan seluruh musuhnya; yang karena keindahannya yang memikat [atau: karena keindahan bulan (kānta)] adalah seperti bulan purnama yang tanpa cacat; dan yang karena pesonanya memiliki penampilan seperti Manmatha, [raja] tersebut dinamai Viṣṇu, yang berdasarkan keperkasaan dan kebajikannya bagaikan [Dewa Vishnu], penghancur kesombongan seluruh musuhnya, dan yang disebut Sri Maharaja untuk menunjukkan bahwa asal-usulnya berasal dari keluarga Sailendra; — mengenai hal itu [tidak selesai].















